Jalan Hidup Orang Beriman - Koranmu Banten
GRID_STYLE

Post/Page

Weather Location

{fbt_classic_header}

Jalan Hidup Orang Beriman

Jalan Hidup Orang Beriman

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kitab ini mendapat sambutan dan apresiasi luar biasa dari sejumlah tokoh besar negi ini. Salah satu sabda Na bi SAW adalah mengenai urusan orang-orang beriman. Dikatakan bahwa …

Jalan Hidup Orang Beriman

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kitab ini mendapat sambutan dan apresiasi luar biasa dari sejumlah tokoh besar negi ini. Salah satu sabda Na bi SAW adalah mengenai urusan orang-orang beriman. Dikatakan bahwa sungguh me nakjubkan keadaan seorang mukmin. Dan ini tidaklah didapati kecuali hanya pada diri seorang mukmin. Jika mendapat kebaikan maka ia bersyukur. Itu baik baginya. Dan, apabila mendapat kesusahan maka ia bersyukur. Itu pun baik baginya.

Lalu, bagaimana jalan hidup seorang yang beriman? Syekh Nawawi al-Bantani pernah menulis sebuah kitab berjudul an- Nahjah al-Jayyidah Lihalli Alfazh Naqowah al-Aqidah. Kitab itu kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dengan judul An-Nahjah Al-Jayyidah: Jalan Hidup Orang Beriman.

Kitab yang memiliki 11 subjudul itu menjelaskan dasar-dasar syariat Islam. Pada lembaran awal, kita disuguhkan prakata dan penghormatan dari penerjemah Tim Raksa Ajar kepada Syekh Nawawi al-B antani.

Kitab ini mendapat sambutan dan apresiasi luar biasa dari se jumlah tokoh besar negeri ini. Seperti, Rais Aam PBNU dan Ketua Umum MUI KH Makruf Amin, Guru Besar IAIN Banten Prof Tihami, Rektor Universitas Sultan Ageng Tirtayasa Prof Sholeh Hidayat, dan sejumlah tokoh lainnya.

Syekh Nawawi al-Bantani bu kanlah nama asing di dunia Islam. Dulu, ia adalah salah satu ula ma besar. Pernah menjadi imam besar Masjidil Haram. Beberapa karyanya tersebar ke berbagai pelosok dunia, seperti di Timur Tengah, Malaysia, Bang ladesh, India, Thailand, dan tentu saja di Indonesia.

Selain aktif menulis, Syekh Nawawi al-Bantani adalah seorang guru dan aktivis perjuangan melawan penjajahan. Melalui mu rid-muridnya di Tanah Air, pe mikiran Nawawi terhadap per juangan melawan penjajahan terus berkorbar.

Muridnya yang bernama KH Ahmad Dahlan mendirikan organisasi Muhammadiyah, KH Hasyim Asyari mendirikan organi sasi Nahdlatul Ulama (NU), dan KH Khalil Bangkalan mendirikan pesantren besar di Madura.

An-Nahjah al-Jayyidah: Jalan Hidup Orang Beriman berisi tentang syarah atas bait-bait yang pernah ditulis oleh Syekh Nawawi al-Bantani mengenai tauhid. Pembahasan pada buku ini diawali dengan shalawat untuk Nabi SAW dan keluarganya.

Syekh Nawawi menjelaskan bahwa shalawat kepada Nabi SAW adalah bentuk pengamalan terhadap firman Allah SWT di dalam Alquran surat al-Insyiroh: 4, Dan telah Kami tinggikan sebutanmu (Muhammad). Menurut Syekh Nawawi al-Bantani, ayat ini menjelaskan bahwa Allah tidak menyebut nama-Nya tanpa nama Nabi SAW.

Penyebutan keluarga Nabi Muhammad SAW adalah untuk mencegah adanya salawat yang terputus karena tidak menyebut keluarga Nabi SAW. Penyebutan para sahabat di sini juga termasuk keluarga, dalam arti luas. Selain menjelaskan secara ringkas tentang pentingnya shalawat untuk Nabi SAW dan keluar ganya, kitab klasik karya ulama asal Banten, Indonesia ini juga membahas tentang kalimat syahadat.

Membaca kalima t syahadat adalah kewajiban seorang mukalaf (orang yang sudah bisa membedakan). Yaitu, ungkapan Lailaahaillah Muhammad Rasulul lah. Dan ini cukup dengan membenarkan ketetapan uluhiyyah hanya bagi Allah SWT dan menafikan selain-Nya.

Demikian juga sudah cukup dengan menegaskan keyakinan atas ketetapan risalah kepada Nabi SAW dengan beriktikad secara tegas tanpa ragu-ragu. Dan, terkadang sudah cukup dengan semata-mata mengikuti dan mendengarkan tanpa melakukan kajian atau pembuktian.

Sumber: Google News | Koranmu Banten

Tidak ada komentar