Bangunan SMK Muhammadiyah di Kebumen Roboh, 5 Orang Terluka - Koranmu Banten
GRID_STYLE

Post/Page

Weather Location

{fbt_classic_header}

Bangunan SMK Muhammadiyah di Kebumen Roboh, 5 Orang Terluka

Bangunan SMK Muhammadiyah di Kebumen Roboh, 5 Orang Terluka

Rabu 24 Januari 2018, 13:52 WIB Bangunan SMK Muhammadiyah di Kebumen Roboh, 5 Orang Terluka Rinto Heksantoro - detikNews Foto: Istimewa/detikc…

Bangunan SMK Muhammadiyah di Kebumen Roboh, 5 Orang Terluka

Rabu 24 Januari 2018, 13:52 WIB Bangunan SMK Muhammadiyah di Kebumen Roboh, 5 Orang Terluka Rinto Heksantoro - detikNews Bangunan SMK Muhammadiyah di Kebumen Roboh, 5 Orang TerlukaFoto: Istimewa/detikcom Kebumen - Sebuah bangunan baru Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Kebumen, Jawa Tengah roboh. Sedikitnya 5 orang mengalami luka-luka dan langsung dilarikan ke rumah sakit.
Bangunan yang roboh adalah gedung baru milik yayasan Muhammadiyah yang terletak di Desa Sadang Kulon, Kecamatan Sadang. Peristiwa itu terjadi Rabu (24/1/2018) pagi. Sebanyak 5 pekerja yang sedang mengerjakan bangunan baru untuk SMK Muhamma diyah itu mengalami luka-luka dan dibawa ke rumah sakit.
"Itu bangunan baru yang roboh, dan belum digunakan untuk aktifitas belajar mengajar. Yang terluka adalah 5 orang pekerja. 3 orang dirujuk ke RSUD Kebumen dan 2 orang dibawa ke Pusekesmas Sadang," ungkap Kapolsek Sadang AKP Fadholi ketika dihubungi detikcom, Rabu (24/1/2018).
Korban luka dievakuasi ke rumah sakit Korban luka dievakuasi ke rumah sakit Foto: Istimewa/detikcom

Fadholi menambahkan, penyebab robohnya bangunan itu diduga karena ada kesalahan konstruksi. Rencananya bangunan berukuran 10 x 22 meter itu akan dijadikan sebagai gedung sentral dakwah.
"Diduga karena kesalahan konstruksi karena tiba-tiba saja roboh tidak ada hujan maupun angin besar. Rencananya bangunan itu akan dibuat gedung sentral dakwah,&quo t; lanjutnya.
Sementara itu Sekcam Sadang, Suparmo yang dihubungi detikcom menuturkan bahwa gedung tersebut baru mulai dibangun sejak sekitar 3 bulan lalu. Runtuhnya bangunan diketahui dari bagian tengah hingga akhirnya merembet dan kemudian bangunan tersebut roboh.
"Itu kan dibangun di atas bekas sawah dan tanahnya mungkin masih lunak atau lembek dan belum keras. Awalnya yang ambruk bagian tengah terus merembet ke semua bangunan," tuturnya.
Untuk sementara proses pembangunan gedung dihentikan. Kerugian materiil akibat musibah tersebut diperkirakan mencapai Rp 100 juta.
(bgs/bgs)Sumber: Google News | Koranmu Banten

Tidak ada komentar