Pembunuh dan Pemerkosa Wanita di Serang Pelajar, Ini Kata Polisi - Koranmu Banten
GRID_STYLE

Post/Page

Weather Location

{fbt_classic_header}

Pembunuh dan Pemerkosa Wanita di Serang Pelajar, Ini Kata Polisi

Pembunuh dan Pemerkosa Wanita di Serang Pelajar, Ini Kata Polisi

Sabtu 16 Desember 2017, 09:59 WIB Pembunuh dan Pemerkosa Wanita di Serang Pelajar, Ini Kata Polisi Ahmad Bil Wahid - detikNews Foto: Bahti…

Pembunuh dan Pemerkosa Wanita di Serang Pelajar, Ini Kata Polisi

Sabtu 16 Desember 2017, 09:59 WIB Pembunuh dan Pemerkosa Wanita di Serang Pelajar, Ini Kata Polisi Ahmad Bil Wahid - detikNews Pembunuh dan Pemerkosa Wanita di Serang Pelajar, Ini Kata PolisiFoto: Bahtiar Rifai/detikcom Jakarta - ER (17) membunuh dan memperkosa S (18) di Serang, Banten, gara-gara cintanya ditolak. Tersangka yang masih di bawah umur ini akan diproses hukum sesuai undang-undang dengan perlakuan khusus.
"Pada prinsipnya, siapa pun yang bersalah, undang-undang sudah mengaturnya, baik untuk orang dewasa maupun anak-anak. Terkait pengenaan pasal disesuaikan dengan perbuatan yang dilak ukan oleh pelaku dan apakah unsur-unsur pasalnya terpenuhi atau tidak itu kewenangannya ada di tangan penyidik dan jaksa penuntut umum (JPU)," kata Kabid Humas Polda Banten, AKBP Zaenudin, kepada detikcom, Jumat (15/12/2017) malam.
Zaenudin mengatakan pelaku yang masih di bawah umur akan didampingi selama proses penyidikan. Masa penahanan dibedakan dengan masa penahanan orang dewasa.
"Jika pelaku anak-anak ada perlakuan khusus, misalnya wajib didampingi dari Bapas (Balai Pemasyarakatan), KPAI, dan lain-lain. Juga terkait pemeriksaan dan atau penahanan perlakuannya setengah dari dewasa, contoh kalo dewasa 20 hari masa penahanan, untuk anak-anak hanya 10 hari," paparnya.
Terkait hukuman yang akan dijatuhkan kepada tersangka, Zaenudin menyebut itu merupakan wewenang hakim dalam persidangan nantinya. Selain kurungan penjara, hukuman yang mungkin diterima adalah dikembalikan kepada orang tua.
"Terkait putusan hukuman 100 persen ada di tangan hakim yang menyidangkan perkara. Contoh vonis dikembalikan kepada orang tua, atau di penjara atau hukum apa pun itu menjadi kewenangan hakim," pungkasnya.
Diberitakan sebelumnya, ER melakukan aksi biadab memperkosa dan membunuh korban S (18), yang dikenalnya sudah lama. Bahkan S masih diperkosa meski sudah meninggal dunia.
Tersangka melakukan aksi itu lantaran cintanya kepada S bertepuk sebelah tangan. Selain ER, 3 temannya yang ikut membantu adalah Ds (23), R (30), dan Rd (28), juga dijadikan tersangka.
(abw/aan)Sumber: Google News | Koranmu Banten

Tidak ada komentar