Mendikbud Sebut Buku 'Ibu Kota Israel' Sebagai Terbitan Liar - Koranmu Banten
GRID_STYLE

Post/Page

Weather Location

{fbt_classic_header}

Mendikbud Sebut Buku 'Ibu Kota Israel' Sebagai Terbitan Liar

Mendikbud Sebut Buku 'Ibu Kota Israel' Sebagai Terbitan Liar

Kamis 14 Desember 2017, 16:47 WIB Mendikbud Sebut Buku 'Ibu Kota Israel' Sebagai Terbitan Liar Usman Hadi - detikNews Buku SD …

Mendikbud Sebut Buku 'Ibu Kota Israel' Sebagai Terbitan Liar

Kamis 14 Desember 2017, 16:47 WIB Mendikbud Sebut Buku 'Ibu Kota Israel' Sebagai Terbitan Liar Usman Hadi - detikNews Mendikbud Sebut Buku Ibu Kota Israel Sebagai Terbitan LiarBuku SD 'Yerusalem Ibu Kota Israel' (Foto: bukupaket.com) Yogyakarta - Buku Mata Pelajaran IPS untuk Kelas 6 SD dari Penerbit Yudhistira jadi perbincangan hangat beberapa hari terakhir karena menulis Yerusalem sebagai ibu kota Israel. Buku tersebut banyak dipakai sejumlah SD di berbagai daerah. Namun kenapa tiba-tiba Mendikbud, Muhadjir Effendy, menyebutnya sebagai buku liar?
"Saya dapat laporan dari Kapuskurbuk (Kep ala Pusat Kurikulum dan Perbukuan) bahwa buku terbitan Yudhistira itu termasuk buku yang tidak melalui penilaian dari tim Kemendikbud. Jadi bisa dikategorikan buku liar," kata Muhadjir sesuai meresmikan Grha As-Sakinah SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta, Kamis (14/12/2017).
"Sementara informasinya begitu, nanti kalau keliru akan saya ralat," lanjutnya.
Muhadjir mengatakan, karena buku tersebut bukan buku sesuai standar untuk siswa maka harus segera ditarik dari peredaran. Apalagi buku tersebut diterbitkan tanpa melalui proses penilaian Kemendikbud.
"Belum, (sanksi untuk penerbit Yudhistira) belum kita bicarakan," ungkapnya.
Agar ke depannya buku tak layak konsumsi tidak beredar di masyarakat, Kemendikbud akan memperketat pengawasan. Tim penilai, kata Muhadjir, juga akan diperkuat.
"Termasuk insentifnya (tim penilai) akan kami naikkan. Karena insentifnya sangat tidak memadai dibanding kerja dan tanggung jawabnya yang sangat berat," je lasnya.
Sebelumnya Yudhistira melalui situs resminya menyampaikan maaf ke publik. Dalam keterangannya, Yudhistira mengambil data dari 'world population data sheet 2010' yang menyatakan Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel.
"Kami tidak mengetahui kalau ternyata data tersebut ternyata belum diakui secara sah oleh lembaga internasional. Untuk itu kami mohon maaf apabila sumber yang kami ambil dianggap keliru. Kami akan melakukan perbaikan atau revisi pada cetakan berikutnya," kata manajemen Yudhistira.
(mbr/mbr)Sumber: Google News | Koranmu Banten

Tidak ada komentar